Saturday, December 31, 2016

Sejarah Pembangunan Masjid Agung Pemalang



RIWAYAT SINGKAT MASJID AGUNG PEMALANG

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Penggalan sejarah berdirinya masjid agung pemalang tidak bisa lepas dari sejarah perkembangannya penyiaran Agama Islam di Kabupaten Pemalang.
Menurut catatan para sesepuh kita di Pemalang bahwa dalam sejarah pemalang mencatat nama nama pembesar antara lain PATIH SAMPUN. Pada jaman itu menurut cerita para orang tua sesepuh kita ada seorang utusan dari penguasa Banten yang datang ke pemalang. Utusan tersebut bernama NUR KALAM (Embah Nur Kalam) makamnya di belakang Masjid Agung Pemalang, Utusan tersebut menghadap kanjeng Bupati Pemalang menyampaikan maksudnya untuk mengambil pusaka berwujud kris yang bernama “SETAPAK” yang katanya tertinggal di desa Penggarit kecamatan Taman, setelah diizinkan untuk mengambil kris tersebut, maka Mbah Nur Kalam berhasil membawa kris tersebut dan kembali ke Banten dengan naik perahu. Tetapi apa yang terjadi bolak balik perahu itu dan mendarat masih saja di Pantai Pemalang, akhirnya beliau tidak dapat kembali ke banten lalu bermukim di pemalang, kemudian menyiarkan Agama Islam di Pemalang dan mendirikan Masjid kecil, Masjid tersebut diurus oleh beliau sampai beliau wafat.
         Pada waktu pembangunannya beliau (Mbah Nur Kalam) dibantu oleh PATIH SAMPUN. Embah Nur Kalam juga memperoleh sebutan sebagai MBAH KAUMAN.
Setelah beliau wafat maka Masjid tersebut diurus oleh Ummat Islam, namun tidak tercatat nama2 pengurusnya, yang jelas diurus oleh ummah islam yang berada disekitar masjid tersebut. Hanyasaja perlu dicatat beberapa nama ialah Embah Sa’id bertempat tinggal di desa pegatungan (Beliau dimakamkan di desa pegatungan dan beliau adalah salah satu dari putra Embah Salamuddin Arga Kusuma (Keturunan Mataram) menurunkan kebanyakan para Ulama di Pemalang dan makamnya berada didesa Pedurungan Taman.
Embah Sa’id mempunyai seorang Putra bernama Nawawi Kubro (Embah Kotib Anom) yang langsung bertanggungjawab dalam pemeliharaan Masjid Agung Pemalang.
Nawawi Kubro mempunyai beberapa Putra tetapi yang terkenal ialah K.H. ARGHUBI
beliau menjabat Penghulu Landraad Pemalang, dan sebagai Penanggung jawab dan pemeliharaan Masjid Agung Pemalang. Beliau wafat pada tahun 1956, Setelah K.H. Arghubi tidak menjabat Penghulu Landraad dan tidak mengurus Masjid Agung Pemalang maka kepengurusan Masjid Agung Pemalang dipegang oleh PKM (Pengurus Masjid Agung) sebagai lembaga semi Official yang diketahui oleh Almaghfurlah K.H. Roni
Pada tahun 1909 oleh K.H. Arghubi setelah mengadakan musyawarah dengan para Alim Ulama di kota Pemalang antara lain :
  1. K.H. Achmad Azhari Bin K.H. Hasan Baedhowi ayah dari K. Chuza’i Kebondalem
  2. K.H. Asyari, ayah Alm. K.H. Siddiq (Mertua K.H Sya’ban Zuhdi)
  3. K.H. Abdulhamid, Kauman (Guru Thoriqoh)
  4. K.H. Azhari (Mertua K. Ma’afi Imam Rawatib Masjid Agung)
  5. Chabib Sholeh Bin Segaf


Serambi depan Masjid Agung Pemalang sebelum direhab terlihat disebelah kanannya Kantor Departemen Agama Kab.Pemalang sebelum diserahkan kepada Pengurus Masjid
Serambi depan Masjid Agung Pemalang sebelum direhab
terlihat disebelah kanannya Kantor Departemen Agama Kab.Pemalang
sebelum diserahkan kepada Pengurus Masjid

Disamping musyawarah dengan para Alim Ulama juga memohon restu kepada  Penguasa Kanjeng Bupati Pemalang RM. ARIODINATA disamping direstui juga biaya pembangunannya 50% ditanggung oleh Kanjeng Bupati Pemalang dan 50% lagi menjadi tanggungjawab Para Alim Ulama, para Aghnia dan Ummat Islam Pemalang sebagai Jariyah/waqaf.
Setelah pembiayaan dan bahan bahan material telah cukup tersedia maka pada hari
Sabtu PON tanggal 8 Muharam 1326 H, atau bertepatan dengan tanggal 30 Januari 1909 dimulailah Pembongkaran Masjid lama/kuno, dan pada hari senin tanggal 1 Februari 1909 berujung tengah dan MUSTAKA Masjid diturunkan.
Pembongkaran dan pembangunan Masjid Agung tersebut terkecuali ditangani oleh Para Ahli Bangunan, juga secara bergotong royong para Alim Ulama ikut serta tumandang gawe.
Sedang oleh pihak Penguasa Kanjeng Bupati Pemalang ditugaskan Embah Patih Gening untuk mengikuti dan mengawasi jalannya pembangunan, yang selalu mengadakan musyawarah dengan K.H. Sofie (Ajun Penghulu Landraad) Bapak dari Bp. Tibrizi Sofie,
SE Ketua Bidang Inarab Masjid Agung Pemalang, K.H. Zuhdi (Bapak dari KH. Sya’ban Zuhdy), KH. Nawawi Sughro, K. Umar Sa’id dll-nya.

         Keadaan bangunan Masjid Agung tersebut yang sejak dari pembangunannya tahun 1090 belum pernah dipugar, terkecuali penambahan/perluasan teras depan sehingga keadaanya nampak sudah tua, disanasini terdapat kerusakan2 dan kebocoran2 dan MUSTAKA-nya kelihatan agak miring kebarat.
Pada tahun 1965 oleh umat Islam Pemalang dikandung maksud untuk memugar Masjid Agung tersebut dan dibentuklah kepanitiaan Pembangunan Masjid Agung Tersebut dengan nama BPMB (Badan Pembangunan Masjid Besar) Pemalang, yang diketuai oleh saudara Muktamad Arghubi (Putra dari KH.Arghubi) Anggota DPRRI, Panitia ini hanya berhasil membangun emperan Masjid, kolam wudhu, dan kantor Masjid Agung. Usaha kepanitiaan tersebut tidak berkelanjutan dan bubar.
Kemudian pada tahun 1977 atas prakarsa bersama Bapak Let.Kol.Inf.H.Y
oesof Achmadi  Bupati kepala daerah TK.IT Kabupaten Pemalang dengan pengurus Masjid Agung Pemalang, disusunlah panitia bersama terdiri dari para Alim Ulama dan Umara dibawah pimpinan bersama Bapak Suroso Rachmad S.H kepala Kejaksaan Negeri Pemalang dengan KH.Sya’ban Zuhdy dan Bp. Noor Effendy Pengurus Masjid Agung Pemalang.
Formasi kepanitiaan tersebut terdiri dari Tokoh Tokoh Umaro, Alim Ulama dan tokoh tokoh masyarakat, sebagai pengertian yang semakinakrab untuk mewujudkan citra Ummat islam yang berkeinginan Masjidnya dibangun dan diselaraskan dengan pembangunan Kota Pemalang yang sudah nampak semakin cantik, sedangkan Masjidnya yang terletak ditengah kota, keadaanya sudah sangat tua dan disana sini terdapat kerusakan2.
Usaha kepanitiaan Masjid Agung Pemalnag yang diketuai oleh Bpk. Suroso Rachmad S.M. Pada akhir tahun 1979 telah dapat menyelesaikan pembangunan MENARA dan Tiang Tiang Depan Masjid Agung Pemalang
Berhubung masa jabatan  Bapak Haji Yoesof Achmad Bupati Pada daerah tingkat II pemalang telah berakhir dan kepindahan Bapak Suroso Rachmad S.H. ke karawang Jawa Barat maka pada tahun 1980 Kepanitiaan Masjid Agung Pemalang diserah terimakan kepada Bapak Let. Kol. Pol. Abdul Wachid (Dan Res Kepolisian 923 Pemalang).
Selama masa  kepemimpinan Bapak Abdul Wahid telah dapat menyelesaikan pembangunan serambi depan Masjid. Tempat tempat wudlu dan tembok keliling.
Kemudian pada tahun 1982 berkenanan dengan kepindahan Bapak Abdul Wachid ke Kudus, maka Kepanitiaan Pembagunan Masjid Agung Pemalang diserahkan lagi kepada Bapak Let. Kol. Inf. H. Ayo Sukahya.

         Selama masa kepemimpinan Bapak Ayo Sukahya inilah yang telah berhasil menyelesaikan seluruh pembangunan Masjid Agung Pemalang, yakni pembangunan serambi belakang (Bangunan Induk), emperan bagian utara dan selatan dan pemasangan sound system lengkap. Sedang lampu lampu hias yang memperindah Masjid Agung Pemalang mendapat sumbangan dari Bapak Bupati dan Bapak Haji Rivai Sugiono.
Dan Last but not least  adalah peranan yang luar biasa dari bapak Slamet Haryanto B.A Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten pemalang yang dengan gigih dan bertekad bulat untuk merampungkan seluruh Pembangunan Masjid Agung Pemalang. Itulah sebabnya dana dana yang dipergunakan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung tersebut sebagian besar diambil dari ABPD Daerah tingat II Pemalang.
Akhirnya terwujudlah Pembangunan Majid Agung Pemalang yang indah  dan reseprentatef. Legalah dan banggalah seluruh Ummat Islam Pemalang khusunya para Alim Ulama yang kini telah memiliki Masjid yang selama ini diidam-idamkannya.
Dengan demikian maka Masjid Agung Pemalang yang dibangun bersama  oleh Ulama dan Umaro merupakan monumen bersejarah lambang kokohnya persatuan dan kesatuan segenap warga daerah Kabupaten Pemalang, symbol manunggalnya Ulama dan Umaro.
Semoga Masjid Agung Pemalang kini merupakan LAMBANG perwujudan kerjasama antara Ulama dan Umara, demi suksesnya pembangunan Daerah yang loh jinawi yang diridloi oleh Allah SWT, Amin.

Pembangunan tahap pertama MENARA Masjid Agung Pemalang
Pembangunan tahap pertama
MENARA Masjid Agung Pemalang

Demikianlah Riwayat Singkat Masjid Agung Pemalang, yang disusun atas dasar wawancara dengan para sesepuh Pemalang yang mengetahui benar sejarah berdirinya Masjid Agung Pemalang.
Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq Wassalamualaikum Wr.Wb

1 comment:

  1. Software Gratis: Sejarah Pembangunan Masjid Agung Pemalang >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Software Gratis: Sejarah Pembangunan Masjid Agung Pemalang >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Software Gratis: Sejarah Pembangunan Masjid Agung Pemalang >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK mz

    ReplyDelete